Tapiada juga loo akhwat cantik yang siap dipoligami. Wanita yg siap dimadu seperti mengharapkan surga yang tidak diharapkan orang lain. Saya gerah juga sebenarnya pengen membantah perihal tuduhan ‘nista‘ yang selalu dilontarkan oleh mereka yang belum paham mengenai agama lebih lebih yang islamnya nggak ngerti kepada mereka yang Allah
//Benarkah Poligami Selalu Karena Nafsu Semata? 05/05/ – Apa yaa alasan poligami yang dilakukan banyak orang? Tapi ada juga loo akhwat cantik yang siap dipoligami. Wanita yg siap dimadu seperti mengharapkan surga yang tidak diharapkan orang gerah juga sebenarnya pengen membantah perihal tuduhan nista yang selalu dilontarkan oleh mereka yang belum paham mengenai agama lebih lebih yang islamnya nggak ngerti kepada mereka yang Allah mudahkan berpoligami atau ada niatan berpoligami. Lontarannya kurang lebihAlah, paling dia mau poligami cuman mau nurutin nafsu ajaAlasan aja mengamalkan sunnah, padahal itu cuman nafsu aja dia poligami, dan yang Allah, tuduhan yang berat itu. Adakah dia itu sudah membongkar hatinya dan sudah menemukan bahwa dorongan seseorang berpoligami semata mata urusan nafsu saja?Simak paparan berikut dari mas Taufik Van Nilli sahabat facebook penggerak 2014 sebagai tahun poligami indonesiaAlasan PoligamiWANITA BERNAFSUHeran banget dengan para wanita kurang akalnya yang gemar menyindir para lelaki yang akan menikah lagi dengan “menodong” mereka agar menikahi janda-janda tua yang miskin dan banyak anak serta buruk rupa plus ngentutan. Apasih alasan poligami sebenarnya?Alasan PoligamiMau mereka menikahi wanita model bagaimana, itu urusan mereka ; BUKAN URUSAN KALIAN…!!!Asalkan wanita itu mereka SENANGI dan mereka juga dengan sukarela mau ; SELESAI …!Koq masih nekat-nekatnya kalian men-Judge jika para lelaki yang enggan dengan type yang kalian tawarkan itu pasti melakukan nikah lagi dan lagi hanya karena nafsu…Alamaaaaak. . . Mereka menikah itu pasti karena Allah, karena jika bukan karena Allah… Ngapain nikah ..? ZINA AJA LEBIH ENAK…!Dan mereka menikah itu memang harus pakai nafsu, karena dalam kewajiban suami harus bisa memberi nafqah batin kepada istri-istrinya. Lahh, Kalau udah gak punya nafsu itu namanya IMPOTEN… Yang suaminya impoten, jangan boleh ta’addud yaa … Silahkan inbox buat konsultasi dan atur jadwal bekam dengan saya Nahh, Sekarang coba saya ganti bertanya kepada para wanita yang kurang ilmu itu “Mengapa mayoritas wanita muda hanya mau menikah dengan lelaki muda, sehat, menarik dan bla.. Bla.. Bla .. Mengapa mereka gak mau menerima lamaran dari seorang lelaki TUA BANGKA, JOMPO, DUDA, MISKIN, BURUK RUPA dan BANYAK ANAK serta JARANG MANDI plus NGENTUTAN …?!”Berarti mereka semua itu juga MENIKAH KARENA NAFSU, yaaahhh ….??!!!Aiiiiihhh ….. Memang kalau “KEBENCIAN TERSELUBUNG” terhadap syariat Allah itu akan membuat dada kalian sesak slalu dan hati tak akan pernah tenang, koq. Maka nikmatilah “bonus adzab” dari Allah itu sebelum adzab yang sesungguhnya di akherat nanti, jika kalian tak mau segera bertaubat …!XXAda nasehat dari salah satu ulama tentang Keuntungan Manfaat Poligami Bagi Istri Wanita dalam Islam. Jadi poligami tidak hanya menguntungkan suami, istri juga Allah, kalau memang tidak mengetahui, lebih baik kita menjaga lisan terhadap sesama kaum muslimin apalagi dari suatu hal yang sifatnya masih prasangka. Allah berfirman,“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu adalah dosa. Dan janganlah mencari-cari kejelekan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kalian yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kalian merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” [Al-Hujârât 12]Sebagaimana juga dalam hadistRasulullah sallallahu’alaihiwasallam bersabda “Hindarilah dari diri kalian berprasangka buruk, karena prasangka itu adalah seburuk-buruk perkataan.” Shahih – HR Bukhari 6094, Muslim 2607Dan, kita juga tidak boleh berkata mengenai banyak hal yang sebenarnya kita tidak memiliki ilmu tentangnya apalagi yang modal ngeyel semata dengan emosinya, sebagaimana perkataan Imam Ali bin Abil Izzi Al-Hanafi rohimahulloh berkata“Barangsiapa berbicara tanpa ilmu, maka sesungguhnya dia hanyalah mengikuti hawa-nafsunya, dan Allah telah berfirmanوَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِّنَ اللهِDan siapakah yang lebih sesat dari pada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun Al-Qashshash50” Kitab Minhah Ilahiyah Fii Tahdzib Syarh Ath-Thahawiyah, hal 393Bagi para akhowat dan juga ikhwan lain semoga bisa mengambil ibroh dari Artikel yang mencerahkan Benarkah berpoligami karena nafsu? Syubhat poligami karena nafsu dalam islam?About The Author Abu HafshahIlmu berumah tangga dibutuhkan seumur hidup, SAYANG TIDAK ADA SEKOLAHNYA. So, ayo berantas kebodohan dalam berumah tangga dengan belajar di Usulan materi dan pertanyaan, silakan komentar. Biar jadi Masukan Redaksi.

Isupoligami memang selalu jadi isu yang ramai dibahas. Nggak cuma di kalangan umum, sampai detik ini pun, poligami di kalangan artis menjadi bahasan yang. 7 Artis yang Menolak Dipoligami. Lebih Memilih Akhiri Pernikahan. 27/02/2022. Entertainment / Showbiz.

Poligami agaknya memang sudah jadi prinsip hidup Kiwil. Seperti yang diketahui, komedian satu ini sudah beberapa kali menikah dan berpoligami - walaupun semua pernikahannya tak awet-awet amat. Saat ini, ia sedang menjalani pernikahan bersama Venti Virgianti sejak tahun 2020 lalu. Sebelumnya, ia sudah bercerai dengan Rochimah, Meggy Wulandari, dan Eva Bellissima. Sudah menjalani pernikahan poligami penuh kegagalan ternyata gak bisa membuat Kiwil jera untuk poligami lagi, geng. Ia merasa yakin bakalan bisa poligami lagi. Apalagi, selama ini banyak perempuan cantik yang mendekatinya karena ngebet dipoligami olehnya. "Karisma orang ganteng nggak bakal hilang. Jadi banyak perempuan yang dekat," kata Kiwil seperti dikutip dari Detik. Dikejar-kejar banyak cewek Sumber foto Jawa PosSalah satu sosok wanita cantik yang sempat terpesona sama Kiwil adalah Maria Vania. Hal itu terungkap ketika Kiwil dan Eva Bellissima yang masih jadi istrinya kala itu diundang ke acara "One Man Show" yang dipandu oleh Maria dan Tukul Arwana. Maria Vania memuji sifat komedian bernama lengkap Wildan Delta tersebut. Ia mengaku kagum karena menurutnya Kiwil adalah orang yang bijaksana, lucu, dan tampan. Ketika diwawancarai pada Maret 2021 lalu, Kiwil mengatakan bahwa dirinya punya prinsip yang berbeda dari pria lainnya soal perempuan. Ia tidak mau menjadikan perempuan sebagai simpanan, tapi bakal langsung menikahinya saja. Pria 48 tahun tersebut juga mengaku gak peduli sama latar belakang cewek yang lagi dekat dengannya. Mendengar jawaban tersebut, Maria mengatakan bahwa ia ingin mencari sosok suami yang seperti Kiwil. "Tapi kok gak langgeng sama yang lain, mendingan sama aku dicoba mungkin langgeng," kata Maria menggoda. Gak bakal diam-diam lagi Sumber foto Liputan 6Saat ini, Kiwil memang hanya memiliki 1 istri, yakni Venti Virgianti. Tapi ia tak menutup kemungkinan untuk menikah lagi. Sang istri juga sudah mengizinkannya. Venti hanya meminta agar Kiwil tak melakukannya secara diam-diam, tapi membicarakannya lebih dulu. Jika begitu, izin poligami sudah siap ia berikan selama Kiwil siap dan mampu. Kiwil pun berjanji dirinya gak akan sembunyi-sembunyi lagi kalau ingin poligami. Dulu, ia memang sempat sembunyi-sembunyi saat berpoligami. Pernikahan pertamanya adalah bersama Rochimah pada tahun 1998. Ia lantas menikah diam-diam dengan Meggy Wulandari pada tahun 2003. Setelah itu, ia bercerai dengan Rochimah setelah dirinya menikah lagi diam-diam dengan Eva Bellissima dan Venti Virgianti. Sebelumnya, ia juga sudah bercerai dengan Meggy Wulandari pada 2020. Baca juga artikel seputar Hiburan, Viral, atau artikel menarik lainnya dari Syifa Nuri Khairunnisa. BACA JUGA 10 Riders Musisi Indonesia Paling Aneh, Tri Suaka Gak Ada Apa-apanya! 7 Potret Gemes Baby Zhafi, Gak Kalah Ganteng dari King Faaz! 7 Potret Putri Sulung Andika Kangen Band, Kirana Velovoice yang Cantik dan Beranjak Remaja 6 Artis yang Beralih jadi Petani, Sukses dan Semakin Bahagia di Desa 5 Penyanyi Indonesia yang Ketahuan Lipsync di Panggung Bergengsi, Karena Alasan Teknis? 10 Potret Aspri Cantik Hotman Paris, Punya Tugas Nemenin ke Bar hingga Lap Keringat! ARTIKEL TERKAIT Anaknya Nangis Diejek Mirip Ayahnya, Kiwil Enggak Mungkin! 10 Potret Romantis Rhoma Irama dan Ricca Rachim, Tetap Mesra Meski Diwarnai Poligami! 7 Film Bertema Poligami Menyayat Hati, Ketika Cinta Harus Dibagi Curhat Umi Pipik yang Baru Tahu Dipoligami Sepeninggal Sang Suami Mau Poligami? Inilah Aplikasi Untuk Cari Istri Kedua yang Sehat Wardah Maulina Rela Dipoligami, 5 Artis Ini Lebih Pilih Cerai
Masalahpoligami di Indonesia masih berat dilakukan meski sah-sah saja. Bahkan, bagi kaum Hawa, poligami belum bisa diterima seutuhnya. Alasannya akan
Kontak jodoh Islam dengan profil, foto, chat, cari jodoh menjadi mudah. Temukan pasangan jiwamu, jodoh idaman terbaik untuk menikah. Rahasia dan privacy terjaga. Forum jodoh sebagai media taaruf muslim dan muslimah. Biro jodoh Islam bagi ikhwan dan akhwat yang siap nikah. Cari jodoh menuju keluarga sakinah mawaddah wa rahmah. Mulai ikhtiar taarufmu bersama SatukanCinta sekarang. Privasi terjaga, aman dan nyaman.

Gairahistri Pijat sensual. December 01, 2021. CHAPTER 1. Gairah istri pengin apdet di trit baru Moga bisa memuaskan suhu suhu dimari Thanks buat suhu semproters yg pernah memuaskan wf ane Nb. Kebanyakan pic konten asli dari Skrinsut vidio cam ponsel jadi tidak telalu Jelas ya hu.. mohon maaf Gamgernya ane post setelah ane edit Kejadian enak

stock vector hijab logo vector avatar pengantin berbusana hitam pengantin pria wanita muslim muslimah avatar akhwat bercadar flat akhwat avatar koky akhwat wanita muslimah pengantin akhwat bercadar muslim couple ikhwan and akhwat greetings for eid avatar akhwat 3 orang akhwat sedang berdiri pengantin akhwat santri akhwat akhwat muslimah bercadar ilustrasi akhwat bercadar akhwat membaca buku little akhwat hijabi tempat wudhu pria ikhwan wanita akhwat signane muslim couple ikhwan akhwat holding hands akhwat duduk sendirian akhwat niqabi for display picture purple hijab akhwat is thinking akhwat membaca buku akhwat pashmina hitam vector akhwat sedang memegang sapu dengan seragam ungu avatar akhwat niqabi akhwat faceless akhwat cute akhwat bercadar khusus akhwat png illustration of muslim couple husband and wife embracing each other from behind akhwat mungil karakter akhwat muslimah suka membaca little akhwat with hijab syari akhwat illustration little akhwat with niqab bring a sun flower women in shari a hijab akhwat karakter akhwat bercadar karakter akhwat berdoa muslim woman akhwat sitting contemplating holding flowers on bricks women muslimah akhwat reading quran ramadhan illustration vector png muslimah akhwat half niqab walking monoline minimal style vector akhwat eid mubarak with black khimar syari and niqob ilustrasi kartun sunnah berkuda anak perempuan akhwat illustration of a husband and wife couple ikhwah akhwat happily married avatar little akhwat muslimah akhwat modest half niqab monoline minimal style vector akhwat with niqab muslimah with her best friend muslimah akhwat half niqab standing monoline minimal style vector muslimah akhwat french khimar monoline minimal style vector muslimah wearing a black syar i hijab sitting on chair reading book muslimah akhwat half niqab monoline minimal style vector SebabIstri takut dipoligami: * Kehilangan cinta dan kasih saying suami Poligami jadi "buruk" karena orang yang mengamalkannya tidak mengikut cara yang sepatutnya. Hilanglah cantik dan indahnya amalan Islam ini. Lalu bagi yang tidak paham dan juga orientalis, inilah kesempatan bagi mereka untuk menekan, mencemooh dan menghinanya

Cari Wanita yang Bisa di Poligami, Inilah orangnya !! Buat ikhwah yang mau menikah nih Data Akhwat Taaruf Siap Poligami Nama Santi Wardoyo Anak pertama dari tiga saudara Daerah Asal Bandung Domisili Jakarta Suku Jawa Pekerjaan Membantu orang tua dirumah Status Perawan Usia 22 Tahun Pendidikan S1 Tinggi Dan BB 169 & 56 Ciri Fisik Kulit Putih Bersih Ngaji Sunnah Iya, orang tua sudah ngaji juga Hijab Syar'i Iya Hafalan Berjalan 3 Juz Hobi Membaca dan mendengar kajian tentang agama Siap Di Poligami Mau Target Menikah Secepatnya Kriteria Ikhwan Bermanhaj salaf, Sudah Bekerja, Besaran Gaji Tidak Penting, Amanah Sebagai Imam dalam keluarga, Membawa Semakin dekat ke surga Alloh, yang pasti harus Penyayang.. Hanya untuk yang serius merajut Mahligai Rumah Tangga Islami! Silahkan Hubungi No 0812 *** ***** SMS, WhatsAap Bisa. Diharapkan yang bisa segera. _Tulisan di atas adalah contoh biodata Akhwat siap di Senyum di hari kamis biar tetep manis....😂😂😂😂 Popular posts from this blog Cerita Hot Bu Guru dengan Muridnya Guru Sedih dengan Muridnya Dahulu guru g segitu memikirkan yg namanya HONOR bulanan, g peduli tunjangan.. mereka memikirkan bagaimana muridnya pinter dan beradab. Mungkin ada guru yang menceletuk, "Kalian semua bolos sekolah gpp, saya g rugi, saya malah senang g pusing mikir kalian, gaji tetap utuh yang rugi kalian sendiri.. iya too?" Ada g guru kayak gitu? Ohh ada bahkan dg kpala mata sendiri aku lihat ada yang pacaran dg muridnya.. p Lalu semuanya akan kembali ke oknum, tidak semua guru seperti itukan? Ada guru yang baik mungkin lebih banyak, walaupun itu sedikit <= bingung ane dengan kalimat ini wkwkwk Masya Allah ada cerita nih, ini guru spesial di MTSn 2 yang pernah saya kenal. Beliau sendiri pernah menangis gara-gara saya membolos berhari-hari karena alasan keluarga kayaknya kasusnya dah diceritain deh sama adek ane di FB Saya memanggilnya Bu Guru karena beliau seorang perempuan, kalau laki-laki saya panggil pak guru. Bu guru ini mengampu Cerita Istri Selingkuh Saat Suami Bekerja, Petaka SMS dengan Lawan Jenis Istri Selingkuh Lewat SMS Kisah lama yang mau aku angkat lagi yang menurutku cukup menarik. Ini bermula dari reoni teman-teman SMP sekitar 3 tahun lalu. Sudah menjadi kebiasaan teman kalau tiap tahun kumpul-kumpul bareng waktu idul fitri. Banyak cerita setelah kami lulus dari SMP banyak kisah untuk mengenang kembali masa-masa sotoy dan labilisasi umur, banyak curhat tentang keluarga dan pekerjaan masing-masing. Dan banyak lagi.. Ada kisah menarik dari temankiu, Sebut saja namanya Romeo.. pria berkulit putih bersih dan berawakan gagah ini memang belum berumah tangga diantara kami. Kalem dan cool memang pembawaannya dari dulu ketika kami sama-sama di kelas. Dia bercerita.. Namanya Mai teman sekelas kita [temanku satu kelas jg] ini sudah menikah, dan dikaruniai 2 orang anak. Suami Mai bekerja diluar kota, kadang pulang jenguk istrinya sebulan sekali. Nah.. suatu hari Mai ini dapat sms dari orang tidak dikenal, mai penasaran kepada pengirim kemudian menanyakan darimana dia

terusperasaan akhwat yang biasa-biasa saja/ga cantik pasti sedih klo dia dinikahi hanya karena si ikhwan ga punya pilihan lain, si ikhwan udah ditolak sama akhwat yang cantik2, sehingga pada saat menikah, mata si ikhwan pun "jelalatan" :p. Rafi Mardiana says: June 19, 2013 at 7:21 AM.
Tidak seperti tatsqif yang sebelumnya, tatsqif bulan ini cukup banyak dihadiri peserta. Suamiku yang biasanya duduk di shaff kedua, kini duduk agak ke belakang. "Emang temanya apa sih mbak?" tanyaku pada seorang panitia akhwat yang kukenal. "Kewajiban Membentuk Rumah Tangga Islami Bagi Seorang Muslim." jawabnya sembari memberiku hand out materi pagi ini. Oalah.. Pantas saja. Tema tentang munakahat memang lebih menarik ketimbang permasalahan umat sepertinya. Dan tanpa menunggu lagi, acara pun dimulai. Selama satu jam sang ustadz menjelaskan tentang urgensi menikah. Beliau mengatakan bahwa menikah juga merupakan bagian dari dakwah. Sesi tanya jawab pun menjadi bagian yang ditunggu-tunggu oleh mereka yang masih lajang. Aku hanya bisa tersenyum saat seorang peserta ikhwan menodong sang ustadz dengan banyak pertanyaan. Alhamdulillah. Aku bersyukur bahwa kewajiban itu telah kupenuhi. Lima tahun sudah usia pernikahan kami. Kehadiran seorang anak perempuan sudah cukup melengkapi kebahagiaanku sebagai seorang istri juga ibu. Ternyata, peserta akhwat tidak kalah semangatnya. Beberapa akhwat menunjuk tangan sedangkan yang lain menyodorkan kertas untuk diberikan kepada sang ustadz. Dan aku tertarik menyimak pertanyaan seorang akhwat yang membelakangiku. "Ustadz, kita tahu bahwa jumlah wanita lebih banyak dibanding pria. Fenomena saat ini, banyak akhwat yang belum menikah sedangkan usianya terbilang tua di mata masyarakat. Belum lagi para ikhwan yang inginnya menikahi akhwat yang usianya lebih muda dari mereka. Adakah solusi untuk itu?" katanya. Wah, pertanyaan ini tak pernah kupikirkan. Aku tahu jumlah wanita begitu mendominasi, yang belum menikah pun kini terus bertambah jumlahnya. Tapi aku memang tak pernah berpikir jauh untuk mencari solusi. Paling cuma ngompor-ngomporin yang belum nikah. Sepertinya sang ustadz pun agak kesulitan untuk menjawabnya. "Emm,, begini.. Memang hal ini sudah menjadi permasalahan yang dibicarakan, tapi belum ada solusinya. Kalaupun meminta setiap pria untuk berpoligami susah juga. Itu kan hak masing-masing individu. Kebanyakan nggak mau dengan alasan takut sama istrinya. Ada juga yang alasannya belum siap secara materi. Padahal, waktu di jaman Rasulullah, yang belum makmur justru disaranin untuk menikah hingga makmur." Jawaban sang ustadz sekaligus menutup tatsqif pagi ini. Suamiku sudah menunggu di parkiran. Kupasang helm dan mengambil posisi duduk di jok belakang. Sepanjang perjalanan aku kembali terngiang materi tatsqif itu. Poligami. Benarkah itu solusinya? Teringat hal ini pernah menjadi isu nasional hanya karena seorang dai kondang memilih untuk berpoligami. Ibuku pun sampai bertanya padaku, "Kamu mau nggak dipoligami? Mama sih nggak mau. Setiap wanita pasti akan merasakan sakit kalo dimadu." Aku belum menjawab pertanyaan ibuku hingga kini. Sejak menikah, suamiku pun juga tidak pernah mengungkit-ungkit soal poligami. Nyaman. Hidupku sudah bahagia bersamanya. Haruskah hatiku terluka oleh kehadiran wanita lain? Ah, bahkan ini hanya dugaan yang turun temurun diceritakan oleh para wanita yang sejatinya belum pernah dipoligami. Bahasan poligami memang tidak ada habisnya. Hal itu pernah kembali mencuat saat novel dan film Ketika Cinta Bertasbih muncul. Saat itu, seorang Anna Althafunnisa yang begitu shalilah mengajukan permintaan untuk tidak ingin dipoligami. "Aku hanya ingin seperti Fatimah, putri kanjeng Nabi yang seumur hidupnya tidak pernah dimadu oleh suaminya Ali bin Abi Thalib.." Pernyataannya seolah meyakinkan para akhwat untuk mengikuti jejaknya. Banyak yang dengan lantang berkata, "Tidak, Terima kasih.." saat ditanya pendapatnya tentang poligami. Yaa Rabb, aku teringat kembali dengan wanita-wanita yang belum menikah itu. Pastinya mereka juga memiliki keinginan untuk melahirkan anak-anak mereka didik menjadi generasi rabbani di masa depan. Bukankah nantinya akan semakin banyak penyeru-penyeru dakwah yang akan meneruskan ummi dan abi mereka? Anakku pun harus punya kawan seperjuangan yang bercita-cita menegakkan kalimat Allah di muka bumi. "Mi, udah sampe nih. Kamu ndak mau turun?" Suamiku membuyarkan lamunanku. Sudah sampai rumah rupanya. Kubuka helm dan kuberikan padanya sambil berkata, "Bi, ummi rela kok kalo abi mau nikah lagi.." Ah, akhirnya aku punya jawaban atas pertanyaan ibuku. Suamiku terdiam sejenak. Mungkin dia heran dan bertanya-tanya dalam hati, makan apa istriku tadi pagi. Lalu, suamiku hanya menanggapi dengan sederhana, "Emang ada yang mau jadi istri kedua?" Hmmpf! Poligami memang bukan persoalan sederhana. Akupun memilih untuk menyudahi obrolan ini sejenak. Suatu hari nanti, aku pasti akan membahasnya kembali bersama suamiku. Mungkin saja ada solusi lain.
Dream- Nikita Mirzani mengaku siap dipoligami jika suatu saat nanti sudah berkeluarga. Nikita rela dimadu karena dalam agama yang dia yakini memperbolehkan poligami." Siap dong, karena kan di Islam memang ada poligami," kata Nikita di Kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa 20 Februari 2018.
Rusmini Bintis Medan Poligami menjadi sebuah dilema bagi akhwat. Jenjang pengkaderan seolah menutup tabir bagi para akhwat untuk tidak lengah terhadap prahara jodoh. Jenjang pengkaderan secara perlahan menganjurkan akhwat agar semaksimal mungkin berusaha agar menikah dengan ikhwan. Alasan yang rasional diungkapkan oleh para qiyadah adalah terkait keberlangsungan tarbiyah di kemudian hari pasca menikah. Perempuan yang dipimpin, bukan memimpin dalam rumah tangga, sehingga dengan menikah sesama kader, diharapkan rumah tangga yang terbangun kental akan nuansa tarbiyah hingga anak cucu. Berbeda dengan kader ikhwan laki-laki yang diberi keleluasaan untuk menikah dengan akhwat atau tidak. Alasannya, kalau dengan akhwat maka jalinan tarbiyah akan semakin kokoh. Kalau tidak, diharapkan menjadi ajang rekrutmen kader. Hal ini sangat dimungkinkan karena laki-laki suami adalah pemimpin rumah tangga. Dengan kekuasaan, tidak sulit baginya untuk merubah seseorang yang telah hanif untuk menjadi seorang 'akhwat'. Pada sisi yang lain, globalilsasi menyeret kaum adam lebih dalam terjerat pada kubangan kemaksiatan. Perekrutan kader yang dilakukan lebih menarik simpati para perempuan untuk tergabung dalam jama’ah. Terlepas dari kinerja para ikhwan yang lamban dalam pengkaderan atau merupakan hukum alam, yang jelas jumlah akhwat jauh lebih banyak dari pada ikhwan. Jika ada 100 orang yang terekrut, hanya 30% diantaranya laki-laki. Fenomena ini terjadi hampir di setiap jenjang pengkaderan hingga tingkat nasional, walhasil sosok ikhwan menjadi langka. Realita ini mendorong para qiyadah jama’ah untuk turut andil memikirkan solusi yang terjadi. Beberapa tahun silam, sempat tersiar anjuran berpoligami bagi para ikhwan untuk mensiasati regenerasi kader. Tidak lama setelah itu, muncullah buku yang berjudul “Bahagia dengan satu Istri”, karangan Ustadz Cahyadi Takariawan. Dalam buku tersebut dipaparkan betapa Islam sangat bijaksana memperbolehkan poligami namun juga tidak mengkultuskannya menjadi sebuah budaya Islam. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui sejarah berpoligami. Tradisi berpoligami sudah ada sejak berabad-abad silam bahkan sebelum Rasulullah dilahirkan. Di Persia dan bangsa Arab, laki-laki bebas menikahi lebih dari satu istri dengan jumlah tanpa batas. Kemudian Islam hadir untuk membebaskan perempuan dari kedzaliman. Kehadiran Islam telah mengangkat harkat dan martabat kaum hawa, melindungi kehormatannya. Alkisah, ada seorang sahabat yang memiliki istri lebih dari empat sebelum masuk Islam. Dalam sebuah riwayat, Imam Syaukani menuturkan Qais bin al-Harats berkata “Saat masuk Islam, saya memiliki 8 orang isteri. Kemudian saya menemui Rasulullah saw, dan saya ceritakan kepada beliau masalah ini. Selanjutnya beliau saw bersabda,”Pilihlah empat orang diantara mereka". [HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah]. Islam hadir untuk membatasi jumlah maksimum 4 istri bagi suami. Sehingga budaya berpoligami bukan budaya Islam, melainkan budaya orang Arab saat masa jahiliyah dahulu. Namun pembatasan yang Allah berikan kepada laki-laki bukan hanya boleh 1 istri, melainkan 4. Walaupun pada akhirnya Allah menganjurkan menikahi 1 orang saja bagi yang takut tidak dapat berlaku adil, namun Allah juga tidak melarang bagi yang menganggap dirinya dapat berlaku adil. Adil dalam hal ini adalah pembagian waktu, materi maupun perhatian. Terkait dengan kecenderungan rasa, hal itu tidak dapat direkayasa sebagaimana Rasulullah juga lebih cenderung pada Aisyah dibandingkan para istri-istri yang lain ketika Rasulullah berpoligami. Nuansa romantika rumah tangga Rasulullah beserta para ummul mukminin merupakan cermin keluarga poligami ideal. Demikian juga kisah rumah tangga Rasulullah dengan istri pertamanya Khadijah ra, menjadi rol model keluarga Islami satu istri. Rasulullah adalah laki-laki perfect, dalam sejarah hidupnya ada contoh kehidupan dengan satu istri maupun dengan banyak istri. Mengutip ungkapan Ibu Sri Rahayu Tifatul Sembiring, beliau berkata bahwa “prinsip dasarnya, poligami bukan untuk membuat kebubrahan, tapi justru harus menjadi sebuah ekspansi cantik yang menambah keindahan dakwah”. Alangkah indah, saat dalam dunia dakwah bukan menjadi hal yang tabu jika ada yang berpoligami. Tidak dicerca apalagi dihina. Justru pada saat itulah moment strategis kader dakwah untuk membuktikan kepada dunia bahwa poligami dalam Islam adalah anugerah, bukan musibah. Bagi penulis, tidak masalah jika ada sosok ikhwan yang tidak mau berpoligami. Karena bisa jadi ia begitu mencintai istrinya, atau takut tidak dapat berlaku adil. Namun menjadi sebuah masalah apabila ada seorang istri tidak mau dipoligami, hemat penulis hal ini ada sangkut pautnya dengan mahabbah kepada Allah. Sedikit agak sadis memang, mari kita rasionalisasikan. Ummul mukminin Khadijah ra adalah sosok tauladan umat dari kalangan perempuan. Beliau dijamin Allah masuk surga, dijamin dibangunkan istana dari bambu, dijamin akan menjadi pemimpin wanita kelak di surga. Beliau adalah kekasih Rasulullah. Ibunda Khadijah binti Khuwailid ra tidak dipoligami dan tidak ada sikap beliau yang melarang Rasulullah untuk berpoligami. Walaupun juga tidak ada hadits yang menguatkan bahwa Khadijah ra pernah meminta Rasulullah untuk mempoligaminya, namun setidaknya digambarkan dalam sirah bahwa Khadijah adalah sosok wanita yang mau melakukan apa saja demi mendapatkan keridraan Allah dan Rasulullah. Begitu pula saat kita telisik kisah almarhumah Ustazah Yoyo Yusro, beliau tidak dipoligami bukan karena tidak mau dipoligami, justru beliau sangat ingin dipoligami dan meminta suaminya agar mau poligami, dan pada akhirnya sejarah asmara hidup beliau harum tak ubahnya kisah para sahabiyah. Karena suami Ustazah Yoyo tidak menikah lagi. Pertanyaan besar bagi akhwat yang anti poligami, “mengapa sosok Khadijah, Ustazah Yoyo Yusro, dan para sahabiyah mau dipoligami? Terlepas pada akhirnya dipoligami atau tidak, namun mengapa para wanita tangguh itu mau hidup berbagi. “Mahabbah/ Cinta pada Allah”. Itu jawabannya. Begitulah cinta mengalahkan logika. Dapatkah kita berfikir, bahwa bisa jadi pada masa dakwah Mekkah atau Madinah jumlah akhwat jauh lebih banyak dari pada ikhwan sebagaimana yang terjadi hari ini? Sehingga dengan gampang para sahabiyah mau dipoligami oleh para sahabat. Umar bin Khathab memiliki jumlah istri hingga 9 orang. Bukan dalam satu waktu, melainkan ketika istrinya wafat, ia menikah lagi. Sepanjang hidup Umar bin Khathab, istrinya selalu berjumlah 4. Hingga wajar jika pada akhirnya jumlah istrinya lebih dari 4 jika diakumulasikan. Ketika ditanya oleh sahabat lain mengapa ia begitu suka menikah, Umar bin Khathab hanya menjawab “Sesungguhnya aku ingin Rasulullah bangga padaku dengan banyaknya ummatnya kelak di akhirat”. Subhanallah, sosok Umar bin Khathab menikah bukan semata karena syahwat, melainkan karena mengharapkan apresiasi/kebanggaan itu muncul dari Rasulullah kelak di akhirat. Para sahabat rata-rata memiliki banyak keturunan. Khalid bin Walid ra memiliki 40 anak. Disebutkan bahwa anak cucu Anas bin Malik yang berkumpul saat khataman al Qur’an di rumahnya lebih dari 100 orang. Begitulah sifat para sahabat/sabahiyah dalam berlomba dalam kebaikan. Mereka seolah mengabaikan keegoisan, hidup berbagi mudah mereka lakukan. Sungguh, itsar-nya para sahabat luar biasa. Mereka bertindak bukan semaunya, tapi semampunya. Apa saja akan mereka lakukan untuk meraih simpati Allah, membuat Allah bangga. Yang penting bagi mereka adalah bagaimana agar Islam semakin kokoh dengan banyaknya jundi- jundi Allah, agar janda dapat terberdayakan, agar tidak ada lagi perawan tua dari kalangan sahabiyah, agar izzah Islam semakin mengakar dalam kehidupan. Jodoh adalah bagian dari rahasia Allah. Bisa saja kita ngeles dengan berujar “Jodoh itu Allah yang atur, bukan kita. Semua sudah tercatat di lauful mahfud. Perawan tua karena jodohnya belum datang”. Iya benar, tapi bukankah ikhtiar manusia juga menjadi penentu siapa dan bagaimana proses itu berlanjut. Bukankah kemenangan dan prospek dakwah yang kita alami saat ini karena sebuah kerja keras yang diawali dengan rasionalisasi untuk membuat suatu strategi. Bukankah poligami merupakan rasionalisasi atas strategi pemecahan masalah pernikahan bagi para akhwat. Lalu bagaimana mungkin para ummahat menolak poligami yang diperbolehkan Allah. Lagi pula, mau dipoligami belum tentu pada akhirnya dipoligami. Bisa jadi suaminya tidak mau, atau tidak ada akhwat yang mau dijadikan istri kedua, ketiga, maupun keempat. Disitulah letak maksimalisasi ikhtiar para ummahat. Sampai disitulah kemudian kita berujar “Semua sudah tercatat di lauful mahfud”. Kalau tidak ada keikhlasan dari para ummahat, tidakkah kita merasa juga memiliki andil dengan para akhwat yang berguguran di jalan dakwah karena tidak jua menemukan jodoh? Tidakkah para ummahat tersekat lidahnya saat ada akhwat yang futur keluar dari jamaah dan masuk di jamaah lain karena peroleh suami yang tidak sefikrah? Tidakkah kita telisik hati seorang presiden PKS Anis Matta yang bisa jadi menganjurkan poligami sebagi solusi, hingga kemudian beliau mengaplikasikannya langsung, bukan dengan kata-kata. Sebagaimana dulu ketika Rasulullah melakukan potong rambut sendiri saat berhaji dan kemudian diikuti para sahabat yang lain. Karena ada kalanya manusia lebih faham dengan perbuatan bukan dengan perkataan. Para akhwat yang anti poligami, coba kita renungkan. Coba bayangkan suatu suasana ideal sistem berpoligami para sahabiyah yang kini dapat terejawantahkan dalam zaman modern. Suami ikhwan yang mau poligami boleh berpoligami, akhwat yang mau dipoligami punya jalan untuk itu, anak-anak kader semakin banyak. Bukankah itu artinya memperkecil peluang berguguran akhwat kalau alasan futurnya karena jodoh, bukankah dengan banyaknya jundi-jundi Allah secara kualitas dan kuantitas penduduk Indonesia semakin membaik? Tidakkah kita mau menggantikan penduduk muslim di Indonesia yang keluar dari islam karena harta, kita gantikan dengan anak-anak kita. Bukankah kita meyakini bahwa secara kualitas Insya Alah aqidah anak-anak kader jauh lebih baik dari pada orang awam di luar sana. Bukankah itu artinya agenda poligami’ merupakan agenda umat? Bukan cuma 1 atau 2 orang akhwat di Indonesia ini yang sudah berusia 30 tahun namun belum juga menikah, adakah kita berfikir bagaimana nasib mereka selanjutnya. Apakah mereka harus menunggu duda-duda ikhwan? Karena sungguh sulit bagi mereka mendapatkan ikhwan yang masih lajang, karena kebanyakan dari mereka mencari akhwat dengan usia muda. Sadarilah wahai ummahat, siapa lagi yang akan menolong kecuali kita? Sekali lagi coba renungkan, para akhwat tua jumlahnya banyak, mereka tidak boleh menikah kecuali dengan ikhwan, jumlah ikhwan sedikit, ikhwan yang lajang mencari istri yang muda, waktu terus bertambah, usia mereka semakin renta, dan kita hanya dapat memaksa suami agar tidak poligami. Duhai… betapa malang saat tubuh mereka terhimpit dan berusaha bertahan dalam jalan dakwah, kita yang kuasa untuk menolongnya namun tidak juga mengulurkan tangan untuk bersama-sama satu atap meraih Jannah Nya. Dalam hal ini, penulis juga yakin. Tidak semua akhwat yang belum menikah mau dipoligami. Terkait hal itu sah-sah saja kalau mereka menolak tidak mau dipoligami. Namun setidaknya para ummahat telah memberi jalan... jalan bagi para akhwat yang kesulitan menikah tersebab salahsatunya faktor usia. Masih terlalu banyak peluang kebaikan yang dapat kita lakukan, selama masih ada kesempatan. Wallahu alam… MinieBintis on twitter
Akhwatyang Tebar Pesona atau Ikhwan yang PHP? flyyuly March 02, 2013 2 comments. “Bulannya terang dan cantik yah. Terang dan cantiknya dari kamu.” Kalau ini uda modus gombal lagi. Keseriusan bukan tentang ‘kapan’ tapi ‘apa sudah SIAP?’. Seharusnya cinta berpadu dalam dakwah, karena Allah, untuk Allah, dan demi Allah.
DataAkhwat Ta'aruf Siap Nikah, dipoligami pun siap: Nama : Suwitri Prihastuti Anak tunggal Daerah Asal : Susuhbango, RinginRejo, Kediri. Suku : Jawa Pekerjaan : Dokter PNS Status : Gadis, Tdk Pernah Pacaran Usia : 26 Tahun Pendidikan: FK Undip Tinggi Dan BB : 170/53 Ciri Fisik : Kulit Putih Bersih, Hidung Mancung
.
  • 99szxlmdrx.pages.dev/297
  • 99szxlmdrx.pages.dev/195
  • 99szxlmdrx.pages.dev/223
  • 99szxlmdrx.pages.dev/228
  • 99szxlmdrx.pages.dev/451
  • 99szxlmdrx.pages.dev/185
  • 99szxlmdrx.pages.dev/305
  • 99szxlmdrx.pages.dev/331
  • akhwat cantik yang siap dipoligami